Selasa, 10 Juli 2012

Sekilas tentang Singapore

by TM2K

Singapore adalah negara pulau kota yang sangat kecil. Hanya 713 km2 luasnya dan berpenduduk 5.1 juta orang, “only the little dot in asean”. Tapi ekspor Singapore thn 2011 sudah hampir US$ 400 milyar/ thn atau hampir 2 kali lipat ekspor RI yg US$ 203 Milyar thn 2011 yl. Singapore adalah negara yang TIDAK punya kekayaan alam. NOL! Tapi bisa ekspor 2 kali lipat RI. Hebat kan?. Di kota Singapore yang supermini itu ada 6000 perusahan AS dan Eropa, 3000 perusahan china, 1500 perusahaan India dst. Membuat perusahaan di Spore gampang banget. 2 jam selesai. 

Tidak seperti di Indonesia yang berbulan-bulan tak jelas, apalagi status PMA. Kekuatan Singapore terletak pada sumber daya manusianya yang unggul dan kepastian hukumnya yang hebat. Bisnis sangat kondusif disini. Singapore adalah pusat keuangan asia. Pusat industri manufaktur termasuk minyak, kimia, logam dst..semua bahan baku diimpor. Bahkan air tawarpun Singapore impor dari Malaysia, sayur mayur sebagian besar dari Indonesia, kebutuhan pokok lainnya dari Malaysia. Jumlah turis ke Singapore sekitar 13.5 juta, 2 kali lipat turis yang ke Indonesia. Padahal tak ada yang bisa dilihat di spore kecuali shopping. Spore yang habis dikelilingi sekitar 6-7 jam itu tidak menarik sama sekali. Tapi turis datang kesana untuk shopping, berjudi & deal bisnis. Sebagai kota keuangan dan perdagangan, Spore tahu prioritas utama mereka adalah SDM yang unggul dan kepastian hukum. Semua taat hukum. Ancaman terbesar Spore : Malaysia dan Indonesia. 

Malaysia tidak begitu ditakuti karena ada hubungan historis. Sebelumnya Spore bagian Malaysia. Indonesia dinilai sebagai ancaman nasional Spore terkait dua hal : militer dan ekonomi. Untuk menghadapinya, Spore harus bisa memperlemah RI. Jaman Soekarno, RI jadi mimpi buruk Spore. Jaman Suharto, Spore aman karena Suharto adalah mentor Lee Kwan Yew. Suharto Toako, Abang. Ketika Suharto jatuh dan Habibie naik, Lee Kwan Yew panik. Ditemui Habibie. Mau bangun komitmen. Habibie menolak. RI pasti dirugikan. Apalagi Habibie punya mimpi Sabang, Batam dan Bintan akan kalahkan Spore. Dimata Habibie, spore ga ada apa2nya. Mudah dikalahkan. Habibie juga geram dan marah pada Spore yang selama ini dinilainya "menghancurkan RI" secara halus dan sistematis. Lee Kwan Yew meradang. Lee Kwan Yew dipastikan punya andil dalam kejatuhan Habibie melalui penolakan laporan pertanggungjawaban MPR. Setidaknya LKY bantu uang dan opini. LKY senang dengan SBY karena agenda SBY adalah agenda barat yang jadi sekutu utama Spore. SBY adalah "adik kandung" LKW. Spore aman. Sebab itu Spore berkepentingan SBY langgeng. Dan siapapun penggantinya harus dipastikan menguntungkan Spore. 

Ical pun menghadap kesana. Sekarang Ical dan Lee Hsien Loong sibuk bangun komitment. Salah satunya adalah SDA dan ekstradisi. Ical minta dukungan Singapore. Sistem ekonomi kita salah kaprah membuat RI mudah disetir Singapore. Teman saya yang bankir Spore pernah bilang, untuk goyang RI mudah banget. Spore cukup mainkan US$ 500 juta - US$ 2 milyar di pasar uang/modal, bursa RI jungkir balik. Spore bisa "goreng2" saham atau rupiah. Untuk kepentingan politik dan "insurance", Singapore memiliki cadangan rupiah triliunan yang setiap saat bisa dijadikan senjata "goyang" RI. RI yang menuhankan sektor monoter (bukan sektor riel) dan sangat tergantung pada indeks / kurs jadi kelemahan besar bagi ketahanan nasional. Cadangan devisa kita memang sudah tembus US$ 100 milyar. Tapi itu hanya cukup biaya 3 1/2 bulan impor. Rentan digoyang oleh power Singapore. ketergantungan RI terhadap barang konsumsi ex Spore termasuk BBM, bikin RI seperti TV raksasa tapi Spore sebagai remote controlnya. 

Spore memang tidak secara langsung "menghancurkan" ketahanan ekonomi RI ( moneter, pangan, energy dll) tapi melalui lembaga2 keuangan Int'l. Agenda2 jahat Spore "dititipkan" melalui tangan2 ADB, WB, IMF, USA,dst..LOI2 yang di ttd RI dengan IMF tak lepas dari kepentingan Singapore. Kebijakan2 pemerintah RI seperti kelonggaran ekspor bahan baku, pajak yang rendah atas CPO, batubara, dst..adalah agenda Spore. Penolakan keras lokalisir judi di RI juga peran Singapore. Uang besar & lobi2 Spore akan masuk ke RI jika RI mau setujui lokalilasi judi. Pariwisata dan judi terkait erat. Keduanya punya kontribusi 7% terhadap GDP Singapore dan akan jadi 15% pada 2020 yad. RI ancaman serius. WNI keturunan Tionghoa, konglomerat2 termasuk yang pribumi bahkan pejabat2 tinggi kita banyak hobi judi. Sudah budaya. Mereka juga klien kasino Spore. Spore dengan cara yang canggih akan pertahankan kerapuhan ekonomi RI. Jika ekonomi lemah, militer pasti lemah. Ga ada uang modernisasi. 

Spore juga diyakini sebagai "donatur" teroris2 di RI, Malaysia, Pilipina. Melalui strategi intelejen deception, uang itu mengalir ke teroris. Kontak saya, WN spore pernah menyebutkan bahwa mereka tahu ada pelatihan teroris di johor bahru, aceh, solo, poso, mindanao dst.. Teroris2 Islam garis keras itu "diperhatikan, diamati dan dibina" oleh intelejen Spore. Suatu saat bisa dimanfaatkan untuk kepentingan mereka. Tujuan mereka ( Spore) hanya 1 : timbulkan instabilitas RI jika diperlukan. Ini bagian dari pelemahan ekonomi RI. Sebab itu tidak heran, dalam jaringan terorisme Indonesia selalu ada keterlibatan "teroris" warga negara Spore. Data2nya kita miliki. Sekarang RI belum jadi ancaman Spore. Tapi jika RI mau kembangkan Batam, Bitung, Bintan, Sabang...Spore akan bereaksi. Mereka hantam RI. Demikian juga jika RI mau stop ekspor bahan baku : CPO, karet, batubara, mineral dst..atau mau naikan pajak ekspornya secara ekstrim. 

Apalagi jika RI mau bubarkan petral, bangun kilang minyak dan produk turunannya, bangun storage dst .. Spore akan bereaksi hantam RI. Singkatnya, Spore akan gunakan segala cara agar negaranya bertahan jadi hub, trader dan broker ekonomi dunia. Arah pembangunan dan kebijakan RI TIDAK BOLEH membahayakan kepentingan nasional Spore. RI harus terus jadi penyangga ekonomi Spore. Spore jadi surga para koruptor RI yang buron atau yang simpan uang disana. Baik legal atau tak legal. Langsung atau via transfer pricing. Selain kekayaan para koruptor, buronan, konglomerat RI yang rata2 US$ 8 milyar masuk ke Spore per tahun, posisi ini juga untungkan Spore. Para koruptor buronan RI, meski sudah buron tapi tetap menjalankan bisnisnya di RI via kaki tangannya. Mereka diback up penuh oleh Spore. Bahkan banyak uang haram hasil korupsi di Indonesia yang di simpan di Spore kemudian balik lagi ke RI an. investor asing alias PMA. Agar tidak menyolok dan menimbulkan kecurigaan, PMA itu bisa saja berbaju USA, Eropa, China dll, padahal itu dari Spore. 

Intinya, Spore itu punya kebijakan khusus terhadap RI demi menjaga kepentingan nasionalnya. Negara yang lebih kecil dibandingkan Jakarta. Apakah kebijakan RI stop pasir atau tanah ke Spore itu tepat? Bisa halangi perluasan daratan Spore? MIMPI !! Spore dengan sangat mudah beli pasir/tanah melalui Malaysia, Thailand bahkan Australia. Pelarangan itu ga ada efek, malah rugikan devisa. Hasil tambang kita seperti nikel, bauksit, batubara dst..bahkan BBM yang bersubsidi pun banyak ditampung oleh Spore. Mereka cukongnya. Maka tak heran kenapa Spore bisa jadi pengekspor timah karena bauksitnya curian mereka tampung dan modali para pencurinya. Dan hebatnya lagi, Spore seperti tahu kebutuhan koruptor RI. Mereka cetak sin $ nominal 1000 & 10.000. Agar mudah suap menyuap di RI. Padahal pecahan $ 1000 atau $ 10.000 itu langka dan jarang banget digunakan sebagai alat pembayaran di Spore. Di RI banyak banget tersedia. Itulah potret negera Spore yang maju & jadi negara termakmur ke 4 di dunia. Pemimpinnya amanah, keras dan cerdas. Tidak seperti pemimpin RI. 

Bapak Singapore tahu persis, negara hanya bisa maju jika tercipta budaya hukum di-tengah2 rakyatnya. Budaya hukum timbul dari patuh hukum. Patuh hukum tercipta karena rakyatnya takut melanggar hukum. Takut langgar hukum karena sanksi hukumnya sangat keras, tegas dan adil. Dulu Spore adalah pulau kecil yang kumuh, jorok, sarang mafia, penjahat dan kriminal. Semua ditertibkan LKY dengan penegakan hukum yang keras. Setiap pelanggar hukum diganjar se-berat2nya. Banyak yang dihukum mati. Disiarkan di media2 secara berulang2, terus menerus. Rakyat takut. Rakyat Spore menyaksikan setiap saat bagaimana penjahat dihukum. Mereka tahu akibatnya jika mereka melanggar hukum. Budaya hukum terbentuk. Itulah negara Singapore yang ibarat sebuah titik lalat di tubuh kita. Malaysia, Korea, Taiwan dll...semua maju karena sukses penegakan hukum. Sementara di Indonesia, hukumnya hancur, korup. Aparat hukumnya apalagi..sangat korup. Presidennya? Masya Allah.. bikin mual. 

Sekian dulu kultwit tentang Spore...semoga bermanfaat..terima kasih

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar