Jumat, 13 Juli 2012

Sosok Fenomenal Dahlan Iskan - Bagian 1

by TM2K

Eng ing eeng..saya akan kultwitkan sekilah tentang sosok Dahlan Iskan (DI), menteri BUMN yang fenomenal itu. Ini Part I dari beberapa kultwit.

DI ketika ditunjuk jadi Dirut PLN memang telah menunjukan prestasi yang lumayan, ada dimuat dalam bukunya 1 tangis sejuta tawa. Salah satu keberhasilan DI di PLN adalah menekan tingkat pemadaman listrik yang sudah kronis dan mengganggu kehidupan rakyat se-hari2. DI juga berhasil "menularkan" cara kerja yang efektif dan efisien di PLN. Banyak praktek KKN yang dia basmi. Sambungan baru juga naik tajam. DI juga dikenal sebagai sosok yang tidak kenal lelah, energinya se-olah2 tanpa batas meski dia eks pasien transplantasi hati/liver. Team work juga bagus. Namun, success story DI di PLN itu bukan tanpa "cacat". Kalangan internal PLN, Depkeu & DPR tahu persis bagaimana pemborosan puluhan T di PLN. Pemborosan puluhan Triliun di PLN itu disebabkan karena "terobosan" DI untuk atasi pemadaman listrik dengan sewa genset2 berkonsumsi BBM/solar . Sampai saat ini kasus infesiensi terkait sewa genset2 tersebut masih tahap pemeriksaan DPR, BPK, Kepolisian, Kejagung & KPK. Belum ke proses hukum.

Ketika Mustafa Abubakar kena stroke, DI muncul jadi pengganti sebagai MenBUMN. Disebut2 sebagai hasil endorsemen/titipan Chairul Tandjung. Di tingkat elit politik nasional, sudah rahasia umun, pos Menteri BUMN itu adalah "jatah" atau "orangnya" Chairul Tanjung/Para Grup. Disamping itu, awalnya SBY juga butuh figur menteri yang populer dan bisa dijadikan pendongkrak kredibilitas SBY dan KIB II yang hancur lebur .

Di awal penunjukan DI, publik happy. Presiden senang. DI langsung "tancap gas" dan lakukan manuver2 yang menarik simpati rakyat. Keren deh. …DI banyak telurkan kebijakan2 yang populer: delegasikan 20 kewenangannya ke dirut2 BUMN, rencana profesional wanita jadi direksi BUMN. Rencana tunjuk anak2 muda yang profesional, cerdas, dan berani untuk jadi direksi BUMN, bubarkan Petral yang sarang korupsi terbesar di RI. Rencana hapus macet di penyebrangan Merak - Bakauheni hanya dalam 1 bulan, rencana IPO 8 BUMN, holding BUMN Perkebunan, Tambang, Farmasi. BUMN Holding Kontruksi, selesaikan macet di jalan tol Jakarta dan akan bebaskan biaya tol jika kemacetan di pintu tol lebih dari 5 mobil. DI mau berantas mafia KKN & distribusi BBM di Pertamina, jadikan Pertamina kalahkan Petronas hanya dalam waktu 2 tahun, cetak 1 juta ha sawah. DI juga mau ciptakan pelayanan KAI yang terbaik, selesaikan masalah Merpati via Sayembara Avanza, mau remajakan pabrik2 gula, CPO dst dst  dst. Intinya, semua yang direncanakan DI dalam waktu 7 bulan terakhir ini sangat "memuaskan" dahaga publik. Rakyat terpesona, terbawa mimpi2 indah.

Nah, sekarang kita lihat realisasi & fakta2nya. Apa yang sudah dilakukan DI selama hampir 8 bulan sebagai Men BUMN? Apakah seindah janji2 aslinya?

Publik sekarang mulai meragukan integritas dan kapasitas DI sebagai Men BUMN. Mayoritas sudah menilai hanya sebagai pencitraan DI belaka. Apakah salah dengan manuver2 DI yang sangat terkesan untuk kepentingan pencitraan itu? Jawabnya : TIDAK. Itu sah2 saja. Bagus untuk "jualan."

Lakon DI yang sesak2an naik kereta, numpang ojek, makan di pinggir jalan, jadi sales Tol Card di jalan tol, tidur di gubuk petani & savanna. "Menyumbang" Pak Raden yang sakit, tampil dibanyak TV Show, "ngamuk2" di jalan tol, terbitkan 2 buku & features, aktif di twitter dst dst dst. Semua yang dilakoni oleh DI itu tentu menarik utk diikuti & dikaji. Apakah itu hanya pencitraan murahan by design (skenario/direncanakan)?

Pencitraan itu penting, bahkan sangat penting bagi para pejabat, tokoh, politisi dst...Citra positif yang kuat itu sangat berguna. Citra baik itu menjadi legitimasi bagi tokoh terkait untuk menjalankan program2nya, mencapai tujuannya sekaligus mendapatkan dukungan public. Banyak politisi, tokoh, pejabat, pengusaha dst, yang berhasil, kinerjanya luar biasa, integritas bagus, dst..tapi publik tidak tahu, tidak kenal.
Kenapa bisa tokoh2 yang luar biasa itu tidak dikenal luas oleh publik/rakyat? Karena mereka tidak mau atau tidak tahu cara pencitraan yang tepat. Pencitraan itu sendiri adalah suatu program kerja yang dilakukan secara sistematis, terencana, terorganisir, kontiniu dan professional. Ada 2 hal utama yang bisa jadi dasar kreasi pencitraan: sosok pribadi yang akan dicitrakan (karakter) dan kinerja/prestasi dari sosok tersebut. Karakter figur yang kuat, integritas (kejujuran, keberanian, moral dan akhlak) bagus, adalah modal yang besar. Plus jika punya prestasi hebat. Semua kekuataan yang ada dalam sosok yang mau dicitrakan itu dieksplore habis2an oleh suatu tim pencitraan yang solid. Semua kelemahan ditutupi. Tim pencitraan yang hebat, akan lakukan inventarisisasi kelebihan2 yang terdapat pada sosok/figur yang akan diangkat/digenjot pencitraannya.

Nah, contoh seperti DI. Publik sekarang telah melihat hasil kerja tim pencitraan DI yang luar biasa. DI dipersonifikasikan sebagai figur yang cerdas, sukses, easy going, egaliter, merakyat, ceplas ceplos, rendah hati, gaul abis, pemurah/baik hati, dst..dst . Sebagai mantan wartawan & pengusaha media terbesar yang sukses, DI dengan tepat telah memilih personifikasi yang dikehendakinya di mata public.

Bagaimana semua ini bisa terjadi? 1. DI memang sangat paham kekuatan pencitraan diri. DI selalu ngomong ke teman2 dekat, staf dan kolega2nya tentang begitu pentingnya pencitraan diri. "Jika citra diri sudah bagus, kita bisa buat apa saja, karena publik akan dukung kita" ujar DI

Itu sebabnya, mengenai pencitraan diri, DI menggarap dan mengerjakannya dengan sangat serius. Ke-mana2 dia selalu bersama tim media/citra. Setiap gerak langkah, ucapan dan perilaku DI direncanakan dengan se-baik2nya sesempurna mungkin, dinilai, untuk dapat dijadikan bahan pncitraan. Rekan2 DI, pers & elit negeri ini tahu persis bahwa DI kemana2 selalu membawa stafnya yang bertugas khusus u/ angkat berita ke media/pers. Maka tidak heran, setiap tindakan DI yang humanis, populis atau bahkan kontroversial namun sangat bagus untuk pencitraan, sangat cepat menyebar. Selain didukung oleh jaringan raksasa media Jawa Pos Grup (180 koran), JPNP dan 45 TV lokal, DI juga didukung http://t.co/NncaoRLb. Makanya tidak heran, berita menarik dan bagus (untuk pencitraan) tentang DI bisa dibaca setiap hari di http://t.co/NncaoRLb

Mayoritas publik yang cermati lakon DI tentu sudah sadar/ tahu persis bahwa apa yang muncul di media2 massa tentang DI itu = by design. Tentu saja semua yang dilakukan oleh DI itu tidak salah. Wajar dan sudah seharusnya dilakukan oleh politisi, pejabat, tokoh2 lain. Namun, sudah sewajarnyanya juga, akun pencerahaan, antikorupsi dan provokator untuk kejujuran seperti TM2000 ini beri pemahaman kepada public. Tujuan kami adalah agar publik dapat bertindak hati2 dalam menilai, mengambil kesimpulan dan memutuskan sesuatu yang terkait nasib bangsa. Cukup sekian dulu. Nanti saya sambung part 2 dan seterusnya tentang profil DI sebagai pejabat publik. Semoga bermanfaat. Wassalam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar