Selasa, 10 Juli 2012

Dugaan Kasus Korupsi Sandiaga Uno - Bagian 3

by TM2K

Sebelumnya, untuk mendapatkan pemahaman lebih utuh, saya sampaikan kronologis tentang proyek dan modus korupsinya. Pada 26 Maret 1996, Pertamina (diwakili dirut Faisal Abda’oe) dan PT. Pandan Wangi Sekartaji (PWS) diwakili dirut Jhony Hermanto. Melakukan penandatangan perjanjian pembangunan, pengoperasian, penyewaan pemeliharaan Depot Satelit A Jakarta No: 0417/C000/96-S5. Pada 1 Desember 1998 Pertamina melalui surat No: 1396/F0000/98-S5 memberitahukan bahwa Proyek harus dievaluasi dan negosiasi ulang. Sesuai hasil Tim Evaluasi, proyek depo tersebut hanya berhasil dikerjakan 28.99% dari kewajiban PWS. Pada 31 Jan 2000, Pertamina surati lagi melalui surat No :119/F0300/98-S5 menegaskan bahwa Pekerjaan PWS hanya mencapai 29% dari total kewajibannya. Pd 16 Februari 2001 Pertamina dan PWS sepakat melakukan negosiasi ulang biaya pembangunan Depo itu. PWS ajukan angka sekitar US$ 83 juta (biaya sewa belum). Sedangkan Pertamina ajukan biaya pembangunan sekitar US$ 63.5 juta & biaya sewa US$ 6.33 juta. Buntu. PWS ajukan biaya baru ke Pertamina.

PWS melalui surat No : 018/PWS/III/2001 dan No. 019/PWS/IV/2001, PWS ajukan biaya: US$ 75,2 juta dan biaya sewa US$ 8.5 juta. Namun Pertamina menolak perhutungan PWS tersebut dan melalui surat No. 016/F0000/2010-5 putuskan untuk gunakan konsultan untuk hitung biaya. Pada 23 Juli 2001 melalui surat No. 035/F0Q00/2001-S5 Pertamina menyetujui penunjukan konsultan Athur Andersen & Prasetio SC. Pada 21 Nopember 2001, Athur Andersen & Prasetio SC usulkan hasil perhitungan: biaya bangun US$ 69,4 juta dan sewa US$ 6.4 per semester. Pada 14 januari 2002 PWS melalui surat No. 01/PWS/I/2002 menyatakan persetujuannya atas hasil perhitungan konsultan kepada Pertamina. PWS juga mengatakan bahwa pihaknya siap dan bersedia melanjutkan kembali pembangunan Depo Satelit A Balaraja Pertamina itu. Pada 6 Juni 2002 PWS mengirimkan surat somasi ke Pertamina karena Pertamina belum juga menyetujui hasil perhitungan yang dibuat konsultan.

Tanggal 25 juli 2002 Pertamina menyampaikan pemberitahuan kepada PWS bahwa Pertamina belum bisa setujui biaya bangun US$ 69 juta tersebut. Pada 23 septermber 2002 Pertamina menyampaikan bahwa BPK sedang menghitung progres pekerjaan yang sudah dilakukan oleh PWS. Ternyata selanjutnya Pertamina menyatakan bahwa proyek tersebut tidak bisa dilanjutkan dan sesuai perjanjian Pertamina akan beri kompensasi. Pada 15 Januari 2003 Pertamina dan PWS sepakat menandatangani surat kesepakatan bersama No. 017/E00000/2003-S0 tentang kompensasi PWS. Kompensasi PWS yang disetujui adalah sebesar US$ 7.5 juta dan harus dibayarkan pada 24 Januari 2003 kepada PWS. Namun Pertamina tidak bayar. PWS tidak menerima keputusan kompensasi kerugian dari Pertamina tersebut dan mengajukannya ke Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI).

Hasil keputusan BANI: menghukum Pertamina untuk membayar kepada PWS sebesar US$ 20 juta dan PWS menyerahkan asset yang in progress US$ 29 juta. Kemudian Pertamina dan PWS sama2 tidak sepakat dalam perhitungan working progress yang telah dikerjakan PWS. Akhirnya disepakati US$ 12.8 juta. Kemudian disepkati bahwa pembayaran oleh Pertamina ke PWS dilakukan dalam 2 tahap masing2 sebesar US$ 6.4 juta /tahapan. Lalu PWS menyerahkan surat keputusan pengadilan tentang sita jaminan terhadap rekening operasional Pertamina dan blue print proyek. Kemudian tahap II dibayar sebesar US$ 6.4 juta setelah PWS serahkan sertifikat tanah HGB No. 32 yang menjadi bukti kepemilikan atas lahan. Namun diketahui bahwa sertifikat No. 32 yang diserahkan oleh PWS kepada Pertamina diketahui adalah palsu. Sertifikat asli dimiliki orang lain. Sebenarnya oknum Pertamina & PWS sudah tahu bahwa sertifikat no. 32 itu adalah sertifikat palsu. Namun pembayaran tahap II tetap dilaksanakan. Oknum Pertamina dan PWS “berspekulasi” dengan mengharap pemalsuan sertifikat tersebut dan pengumuman sertifikat hilang (bohong) itu tidak diketahui oleh pemilik lahan dan pemegang sertifikat No. 31 (yang asli) yaitu Edward Suryajaya. Akibatnya negara rugi US$ 6.4 juta.

Diketahui kemudian bahwa oknum dari Pertamina dan PWS sebelumnya mengetahui bahwa atas lahan Depo tersebut telah ada sertifikat HGB No. 31. Namun, meski begitu, PWS melakukan pemalsuan Sertifikat HGB palsu dengan cara menerbitkan sertifikat HGB No. 32 dengan dokumen/data palsu. HGB No. 31 dinyatakan hilang oleh PWS dan mengumumkannya di media massa dengan harapan Edward Suryajaya tidak mengetahui/baca iklan tersebut. Kemudian atas dasar laporan kehilangan Sertifikat HGB No. 31 itu diterbitkanlah sertifikat HGB No. 32. Oknum BPN juga terlibat disini. Penerbitan Sertifikat HGB No. 32 ini juga aneh karena biasanya Sertifikat HGB pengganti yang hilang diberikan nomor sertifikat yang sama.

Kasus ini muncul ketika Edward Suryajaya selaku pemilik lahan/ pemegang sertifikat HGB No. 31 mengetahui adanya pemalsuan HGB tersebut. Oleh sebab itu, maka disimpulkan telah terjadi perbuatan melawan hukum dan pidana oleh oknum PWS dan Pertamina yang kolusi bersama. Pertamina dan PWS kolusi bersama untuk mengeluarkan uang negara US$ 6.4 juta (pembayaran tahap II) untuk mendapatkan asset yang tak benar. Total kerugian Negara/Pertamina adalah sebesar US$ 12.8 juta (Rp. 115 milyar) karena pembayaran atas asset bodong dari PWS. Para pelaku di PWS adalah : Made Surayadana (Dirut PWS/Dirut VDHTS), Asrul Sani SH (kuasa hukum PWS/VDHTS). SU adalah pemegang saham 100% VDHTS yang mana juga merupakan pemegang saham 100% PT. PWS, penerima uang korupsi tersebut. Indikasi keterlibatan SU dalam pemalsuan sertifikat HGB No. 31 tersebut sangat jelas karena SU mengetahui adanya HGB asli. Bahkan SU dalam suratnya kepada Johanes Kotjo ketika menanyakan sertifikat tersebut, SU mengatakan ada pada Edward Suryajaya. Artinya SU yang sebenarnya telah mengetahui sertifikat HGB asli ada pada Edward Suryajaya tapi sengaja nyatakan hilang. Ketika Edwar Suryajaya melaporkan hal ini ke polisi, Edward nyata2 dapat menunjukan sertifikat asli HGB No. 31 tersebut. 

Pertanyaannya: kenapa kasus ini bisa mangkrak di Kejaksaan Agung? Siapa yang hambat proses hukum atas pidana korupsi dan pemalsuan ini? Apakah demikian saktinya SU sehingga dia kebal hukum dan tidak dapat disentuh? Mau jadi apa negara ini??

Sekian dulu ..terima kasih. Nanti saya lanjutkan kembali tentang dugaan2 tindak pidana korupsi SU di Republik ini..MERDEKAA !

Dugaan Kasus Korupsi Sandiaga Uno – Bagian 2

by TM2K

Eing ing eng..kita kembali twitkan tentang kasus2 SU, pengusaha muda terkemuka yang ternyata tak lebih dari seorang kriminal. Saat ini kasus hukum SU memang masih segelintir : Penipuan, pemalsuan surat, korupsi dan pencucian uang terkait saham Garuda. Namun sebenarnya SU memiliki banyak kasus pidana lainnya yang seperti bom waktu yang akan meledak di mana-mana setiap saat.  Sekarang SU bisa saja KEBAL HUKUM karena kedekatannya dengan elit penguasa seperti Joko Suyanto, Agung Laksono, Amir Syamsudin, Erwin Sudjono dll. Sekarang bisa saja SU dengan beking penguasa berkelit dari jeratan hukum. Tapi Gusti Allah mboten sare. Dia Maha Tahu tapi Dia Menunggu. 

Agar publik tahu tentang sepak terjang kejahatan SU, saya akan uraikan satu persatu kejahatan SU yang saat ini "dimandekan aparat". Kita akan mulai dari kasus korupsi Depo Pertamina Balaraja, lalu korupsi Duta Graha Indah sampai kasus2 pencucian uangnya di Garuda dst .Pada kasus Depo Pertamina Balaraja, SU terlibat pada 3 tindak pidana sekaligus : penipuan, pemalsuan dokumen dan korupsi. Penipuan yang dilakukan SU pada kasus Depo Pertamina Balaraja dilakukannya terhadap pemilik PT. Pandan Wangi Sekartadji yang dtipunya secara licik. Pemilik PWS Tri Harwanto dan Jhoni Hermanto melapokan penipuan oleh SU ke Polda Metro Jaya (LP/2078/VI/2011/PMJ/ditresktimsus). Mereka mengaku ditipu oleh SU melalui Perjanjian Jual Beli yang kemudian disusupi dengan supplement agreement palsu oleh SU.

SU memang terkenal jago dalam meraih untung besar dengan cara2 take over perusahaan. Modusnya dia beli perusahaan dengan uang muka kecil. Lalu berdasarkan perjanjian jual beli yang belum lunas itu dia cari pembiayaan via perbankan nasional atau asing atau juga pake uang haram. Modus seperti ini banyak dilakukan SU. Wajahnya yang ganteng dan santun, statusnya sebagai pengusaha terkemuka, Ibu dan Pamannya tokoh masyarakat. Istrinya yang kaya raya, pendidikannya yang tinggi, pergaulannya yang luas dan citranya yang bagus, membuat SU mudah dipercaya orang. Padahal SU itu adalah figur yang brengsek. Silahkan tanya istri atau orang2 sekitarnya atau keluarga almarhum Willian Soeryajaya yang telah membesarkannya. SU disekolahkan oleh keluarga Suryajaya konglomerat pendiri Astra dan mantan pemilik Bank Summa. Ibunya Mien Uno konsultan disana. Karena kedekatan Mien Uno dan keluarga Suryajaya, SU disekolahkan mereka. Jadi anak angkat keluarga William Suryajaya. Tapi air susu dibalas air tuba. Sudah disekolahkan, dibesarkan, dibawa kepergaulan elit politik dan bisnis nasional, SU malah khianat. Edward anak tertua William juga tak habis fikir, bagaimana orang yang sudah dianggap sebagai adik kandung sendiri malah menikam dari belakang.

Pada kasus korupsi SU di Depo Pertamina Balaraja, aset tanah 20 ha yang merupakan milik Edward dialihkan SU ke Pertamina. SU bahkan palsukan sertifikat tanah No. 31 milik Edward Soeryajaya dengan terbitkan sertifikat palsu No. 32. kolusi dengan pejabat BPN. Tujuan pemalsuan sertifikat tanah milik Edward itu adalah agar SU bisa mencairkan klaimnya ke Pertamina sebesar US$ 12.8 juta. Entah kenapa (diduga keras SU berkolusi dengan pejabat Pertamina), klaim tersebut sempat cair 50% atau US$ 6.4 juta atau Rp. 58 M. Pelunasan klaim SU oleh Pertamina tiba2 terhenti karena Edward sebagai pemilik sah dan pemegang sertifikat asli ajukan protes ke Pertamina. Namun uang US$ 6.4 juta milik negara/pertamina itu sampai sekarang tidak dikembalikan SU ke negara. Polisi dan Kejagung dia bungkam. Bahkan untuk menutupi malu, SU malah melaporkan balik kakak angkatnya Edward Suryajaya ke polisi. Polisi sempat periksa Edward tapi Edwad dapat menunjukan sertifikat asli kepada penyidik. Kasus Edward di SP3 kan.

Tapi anehnya kasus pemalsuan sertifikat tanah 20 ha oleh SU malah tidak diproses polisi. Kasus korupsinya pun menggantung di Kejagung. Demikian juga dengan laporan penipuan SU terhadap pemilik PT PWS yang ditipunya. Hanya uang muka yang dibayar, sisanya tidak dibayar SU. Kasus penipuan SU ini juga berhenti di kepolisian. Diduga keras SU menyuap polisi & kejaksaan agung agar kasus2nya dipetieskan. Disamping suap tentu saja SU manfaatkan pengaruh pejabat2 tinggi yang jadi bekingnya. Pejabat2 tinggi itu diduga patner SU. Sudah jadi rahasia umum bahwa banyak perusahaan SU yang jadi tempat pencucian uang haram triliunan hasil korupsi pejabat2 tinggi negeri ini. Sudah jadi rahasia umum juga SU selalu aktif diberbagai organisasi berpengaruh agar bisa melindungi dia dari kasus2 hukum.

SU yang juga ponakan tokoh pendidikan Arief Rahman tentu dengan mudah bisa masuk organisasi cendikiawan muslim ICMI dan sejenisnya. Apalagi dia dengan pesona dan citra palsunya berhasil jadi Ketum HIMPI dan pengurus teras Kadin. Semua jadi alat bagi SU.

SU sangat jitu memanfaatkan se-gala2nya untuk pencitraan dirinya. Ketika jadi ketua HIPMI, dia berikan janji bantuan ke UMKM2. Ternyata itu hanya janji2 busuk dan palsu belaka. Dia gunakan untuk pencitraan diri tapi bantuan ke UMKM2 itu tidak pernah cair sama sekali. SU juga ngotot mengejar posisi bendahara umum di Partai Demokrat, baik sebelum atau setelah Nazar terpilih. PD mau dijadikan bumpernya. Untunglah SBY dan Ahmad Mubarok sudah tahu persis kelakuan bejat SU dan menolak niat busuk SU jadi bendum Demokrat. Kasus2 mega korupsi Nazar tidak terlepas dari peran SU.

SU adalah mentor dan guru bisnis Nazar. Mereka berteman dan join. Itu sebabnya, proyek2 pemerintah yang dikuasai Nazar dengan total lebih 6 triliun itu sebagian besar dikerjakan oleh DGI, perusahaan SU. Selain untuk mengerjakan proyek2 yang diserahkan Nazar pada SU, DGI juga menyiapkan semua kebutuhan uang suap kepada pejabat2 dan anggota DPR. Bahkan rencana pembangunan gedung DPR senilai 1.2 triliun yang akhirnya dibatalkan itu, juga adalah inisiatif SU ber-sama2 Nazar & pimp DPR. Tentu saja SU rugi besar ketika proyek pembangunan gedung DPR dibatalkan. Dia sudah tebarkan suap puluhan milyar ke petinggi2 DPR. Keterlibatan SU dalam megakorupsi ber-sama2 Nazar ini juga mau dihilangkan. El idris yang juga paman SU mau jadi tumbal. Pasang badan demi SU. Padahal otak dari semua megakorupsi Nazar itu yang SU. Nazar itu ga pinter2 amat. Malah bodoh sebenarnya. S1-nya aja ga jelas.

SU-lah yang sebenarnya punya peran besar & sentral di belakang Nazar dan korupsi2 demokrat. Dia juga manfaatkan pengaruh Cikeas via Nazar. Nazar dan kasus2 korupsinya berhasil dilokalisir tak sampai ke SU. Sebagian diambil alih polisi dari KPK. Tapi KPK masih punya 1 senjata.  KPK masih bisa jerat SU dalam TPPU /money laundry utamanya di saham Garuda yang 300 milyar itu dimana sebagian besar adalah uang SU. Uang 300 M yang ditanam di saham Garuda itu adalah sebagian kecil hasil korupsi Nazar bersama SU. KPK sudah punya cukup bukti untuk tersangkakan SU. Tapi tentu SU tidak tinggal diam. Seperti kasus2 pidananya yang lain, dia akan cari cara agar KPK bisa ditundukan dan lokalisir.  SU akan berusaha sekuat mungkin agar hanya Nazar yang terkena vonis penjara untuk kasus money laundry ini. Dia sudah komit bantu Nazar dari luar. Sementara itu elit2 penguasa yang jadi beking SU siap bantu SU habis2an untuk tekan KPK.  Abraham Samad dan pimp KPK akan diintervensi.

Intervensi pejabat2 tinggi ini ke KPK tentu juga bermaksud menyelamatkan diri pejabat2 itu sendiri. Jika SU jadi TSK & ditahan bisa bahaya. SU bisa hancur pertahanannya dan bongkar semua siapa2 saja pejabat yang cuci uang melalui dia. Sel KPK bisa penuh hehehe

Tapi konspiransi jahat lindungi SU dan intervensi KPK ini harus dilawan. Rakyat harus dukung. Angie, Petral akhirnya bisa dikalahkan. Cukup sekian dulu kultwit SU part II. Kultwit ini akan terus berlanjut dengan part2 berikutnya sampai SU ditahan KPK. Terima kasih atas perhatian teman tuip. Mari kobarkan semangat kebangkitan Nasional dengan melawan koruptor bejat negeri ini. Merdeka !!!

Dugaan Kasus Korupsi Sandiaga Uno – Bagian 1

by TM2K

Eeng ing eeng..sesuai janji saya, sebentar lagi kita kultwitkan dugaan korupsi Sandiaga Uno (SU) part I. Karena dugaan korupsinya banyak sekali. Dugaan kasus korupsi SU yang pertama dikultwitkan adalah korupsi US$ 6.4 juta atau Rp. 58,8 milyar terkait Pertamina Balaraja. Proyek Pertamina Balaraja itu dikerjakan PT. PWS milik SU dan Edwin Soerjadjaja (ES), anak William Surjadjaja pendiri Astra. SU ini terkenal sebagai pengusaha bertangan dingin dan banyak mengelola uang2 para konglomerat, asing dan pejabat2 tinggi. Di PWS ini SU adalah komisaris utama, direkturnya Fery. Semula ga ada masalah. Tapi terjadi krismon. PWS gagal selesaikan proyek. Kerena gagal selesaikan proyek, maka PWS menyerahkan proyek yang setengah jadi tersebut dengan kompensasi US$ 6.4 juta yang dibayar Pertamina. Ternyata, lahan proyek yang diserahkan PWS itu sertifikatnya aspal alias bodong. Akte/register 32 yang diserahkannya adalah palsu.

Akte register 32 itu adalah akte baru pengganti akte no. 31 yang diakui atau diklaim SU sebagai akte pengganti ke Pertamina. Akte 31 yang merupakan sertifikat asli atas lahan tersebut masih ada. Tidak hilang. Tapi dikuasai Edwar Surjadjaja saudara Edwin Surjadjaja. Sertifikat No. 31 itu ditahan atau dikuasai ES karena adanya pertikaian keluarga antara Edwar dan Edwin. Masalah warisan. Akibatnya Pertamina Balaraja mengalami kerugian US$ 6.4 juta yang uangnya tersebut tidak pernah dikembalikan oleh PT. PWS. 

Kasus ini adalah kasus korupsi, penipuan dan pemalsuan. Sudah diproses lama di Kejaksaan Agung tapi sampai sekarang mandek/buntu. Kebuntuan proses hukum korupsi, penipuan dan pemalsuan ini diduga akibat pengaruh/tekanan/intervensi kekuatan besar terhadap Kejagung. SU dikenal punya hubungan khusus dengan Menkopolhukam Djoko Suyanto dan Letjen Erwin Sudjono adik ipar SBY eks Pangkostrad. Selain itu kekuatan uang juga bermain. SU dan ES juga bergabung bersama di PT. Adaro. Konglomerat batubara. SU sebelumnya disebut2 sebagai calon bendahara umum Partai Demokrat. Dia ngebet jadi elit Demokrat karena banyak masalah hukum.

SU gagal jadi Bendum Demokrat karena dihadang oleh Anas Urbaningrum dan Ahmad Mubarok. Meski SBY & Cikeas sudah setuju. SU ini terkenal lincah, supel, dan punya jaringan yang sangat luas di dunia politik dan bisnis. Banyak orang yang percaya pada dia. SU ini juga aktif diberbagai organisasi. Mulai dari ICMI sampai Kadin. Usahanya juga macam2. Terakhir dia take over Mandala.

 Nama SU mulai terkuak dalam berbagai kasus ketika kasus Nazar terbongkar. Terbukti terlibat belasan proyek bernilai triliunan via PT DGS. Puluhan milyar uang suap mengalir dari PT. DGS ke berbagai pejabat2 tinggi: Menpora, Gubernur, anggota DPR, PPK, Pimpro dst. Tapi SU belum terseret ke penjara. Direktur DGI ( DGI yang sebelumnya tercantum itu keliru, ralat), El Idris pasang badan.

El Idris direktur DGI itu paman SU. Pasang badan agar SU tidak terseret masuk sel KPK. Besok El Idris akan diperiksa KPK lagi. Kali ini pemeriksaan El Idris terkait dengan kasus pencucian uang (UU TPPU)/ money laundry sebesar 300 milyar oleh Nazar pada saham Garuda. Penyidik KPK sudah temukan petunjuk bahwa dari 300 M uang haram hasil korupsi itu, diduga 100-200 M adalah milik SU yang dititipkan ke Nazar. Pengakuan Nazar, Yulianis, Rosa, Direksi Mandiri Sekuritas dll menyebutkan uang 300 M itu sebagian besar adalah milik SU. 
Kasus dugaan pencucian uang SU juga terjadi di perusahaan lain yaitu PT. Tri Wahana Universal (TWU). PT ini semula bukan milik SU. PT. TWU ini semula didirikan oleh Gunawan Liem (pengusaha HPH) dan Rudy Tavinos Eks komisaris Perusahan Gas Negara. Perusahaan Oil refinery. Nilai investasi untuk kontruksi US$ 20 juta dan untuk refinery processing sebesar US$ 28 juta dengan kapasitas 6000 barrel per hari. Proses pengerjaan konstruksi dimulai thn 2008 dan selesai 2010. Sejak awal pembangunan menghadapi banyak kendala perizinan di BP Migas.

Karena Rudi jago lobi & suap ke pejabat2 BP Migas akhirnya TWU diberikan izin untuk proses produksi. Faktanya TWU banyak alami kesulitan. Refinery processing ternyata tidak bisa kerja maksimal karena tidak sesuai dengan peruntukan crude exxon Cepu. Beda spesifikasinya.

Sejak awal proses produksi TWU tidak mampu olah 6000 barel/hari. Maksimal hanya 1/3-nya atau 2000 barel/hari. BP Migas disuap untuk tutup mata. Karena processing tidak memadai akhirnya TWU disulap jadi perusahaan trader. Tampung minyak mentah /crude dari exxon 6000 tapi dijual lagi 4000 barel. Penjualan minyak mentah/crude TWU itu dilakukan via anak perusahaan Pertamina, namun tetap saja TWU babak belur. Utang dimana2. Rugi

Entah apa sebabnya, tiba2 SU masuk ke TWU ambil mayoritas saham TWU. Diduga langkah SU adalah money laundry. Kejaksaan Agung dan KPK sudah mencium skenario pencucian uang oleh SU ini. SU diduga banyak lakukan money laudry di-mana2.

Jika KPK bisa usut semua dugaan money laundry ini, maka akan terseret sejumlah pejabat2 tinggi negara yang selama ini titip uang ke SU. Kita ikuti saja erkembangannya, karena kasus SU ini adalah pintu masuk bagi terbongkarnya praktek pencucian uang bernilai triliunan.

Cukup sekian dulu dugaan kasus SU part I, nanti akan disambung lagi dengan part II, III dan seterusnya. Nunggu lampu hijau dari KPK. Terima kasih sudah menyimak. Semoga bermanfaat. Salam Kebangkitan Nasional!

Antara Freemason, Illuminati & KG

by TM2K

Freemason dan illuminati Itu sendiri sebagai organisasi atau sebagai gerakan tidak pernah terbukti atau diakui keberadaannya. Tetapi berangkat dari postulat bahwa tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semuanya bergerak atau jadi atau timbul dari hukum sebab akibat. Konsipirasi global (KG) sering di-sebut2 terkait erat dengan OTB atau GTB freemason atau illuminati. Padahal harus dilihat bahwa KG dan FM atau Illuminati bisa saja merupakan 2 hal yang berbeda. KG adalah konteks kekinian. FM atau Illuminati terkait isu atau fenomena yang telah berusia ratusan tahun yang di-kait2kan dengan sekelompok orang tertentu atau agama/ sekte. Dalam hal tertentu, sering dipahami bahwa KG tekait dengan FM atau illuminati. Bisa saja KG itu dikendalikan oleh kelompok ini. Meski begitu, mayoritas peneliti atau pengamat percaya bahwa KG lebih bersifat taktis, ekonomis dan politis ketimbang IL atau FM yang idelogis. 

Namun, tujuan akhirnya tetap sama yaitu : hegemoni atau dominasi kekuasaan sekelompok orang/bangsa terhadap orang atau bangsa lainnya. Modus atau cara kerja KG tentu lebih mudah dibaca, dilihat dan dirasakan daripada OTB/GTB seperti IL atau FM tadi. Jadi daripada bahas FM atau IL yang terlalu jauh, lebih baik kita bahas konspirasi global yang nyata2 ada dan jadi ancaman terbesar pada bangsa ini. KG itu hanyalah sebutan bagi operasi penaklukan atau "perang" yang dilakukan oleh sebuah atau sejumlah negara terhadap negara lain. KG mengantikan perang konvesional sebagaimana yang kita kenal. KG adalah strategi atau bentuk perang yang tidak menggunakan pasukan militer. KG itu adalah penaklukan/ penguasaan suatu negara yang kemenangannya dalam wujud "pengendalian" oleh pemenang perang atas negara lain. Contoh sederhananya : penandatangan LoI IMF dan RI itu sudah dapat dikatakan sebagai kemenangan KG terhadap RI. Kita tunduk dan jadi budak IMF. 

Tujuan KG hampir sama dengan penjajahan atau kolonialisme tapi tanpa kehadiran penjajah secara fisik hadir di negara yang ditaklukannya. Tujuan KG ini : pasar, sumber daya alam, ekploitasi SDM, moneter/financial dan pengaruh politik global, Cara pencapaian tujan KG ini adalah dengan memperlemah semua sendi2 kehidupan negara/bangsa yang dijadikan targetnya. Modus yang paling umum adalah melalui keterpengaruhan budaya, narkoba, demoralisasi, depatriotisme, ketergantungan dst dst. KG ini masuk secara halus, tidak disadari, mengunakan tangan2 orang lain, utamanya melalui elemen2 bangsa itu sendiri. Elemen2 masyarakt negara yang jadi sasaran KG tidak sadar dia telah menjadi alat atau boneka KG. Mis : pejabat2 tinggi, partai, ormas, pers. KG bahkan dapat memperalat pimpinan negara, presiden, DPR, lembaga2 keuangan/politik, universitas, LSM dst. Bahkan saya sendiri menilai ormas seperti FPI secara tidak sadar telah menjadi boneka dan menjalankan tujuan KG di Indonesia. Selain FPI tentu saja, pemerintahan kita saat ini, sebagian media, LSM, Partai2, DPR dst telah diinfiltrasi oleh agenda2 KG.

Mau bukti? Lihat saja sekarang ini. Presiden dan calon presiden kita merasa multak/harus dapatkan dukungan AS agar bisa menjadi Presiden RI. SBY sudah disiapkan oleh USA untuk jadi presiden RI. Mereka "bantu" maksimal agar SBY bisa jadi presiden RI karena dinilai akan jalankan agenda AS. Pada awal 2004 sebelum pilpres, kongres AS mengundang Permias (persatuan mahasiswa RI di AS). kongres bertanya siapa presiden RI yad?. Pada saat itu, pimpinan Permias menjawab : Wiranto. Kongres AS bertanya sampai 3 kali dan dijawab tetap : Wiranto. Kongres AS tegaskan menolak. Lalu secara diplomatis kongres AS bertanya : "bagaimana jika SBY? Apakah mungkin?" Permias kaget. SBY belum populer. Tidak diperhitungkan. Hanya sebulan sejak pertemuan itu, tiba2 nama SBY melejit. Terus menerus jadi berita. Ga sampai 5 bulan, SBY menjadi sangat populer. Nah, kita sudah lihat sendiri bagaimana SBY "kebetulan" terpilih jadi Presiden RI dalam pilpres. 

Lalu contoh lain : kita lihat bagaimana RI menjalankan kebijakan ekonomi pro pasar, pro modal, pro investasi asing dst dst..dengan cara yang salah. Maka lahirlah sedikitnya 14 UU yang memberikan kelonggaran luar biasa kepada asing untuk mencaplok SDA dan pilar2 ekonomi kita. Kita lihat juga bagaimana Koperasi yang menjadi nafas dan pilar utama ekonomi sesuai UUD 45 ga bisa tumbuh. Dibonsai. Kerdil. Lalu kita lihat juga bagaimana moralitas bangsa kita merosot. Hedonisme, materialisme, pragmatisme dsj menjadi tujuan dan kebahagian utama. Banyak agenda2 KG yang masuk melalui jargon2 globalisasi, kebebasan, emansipasi, kesetaraan, HAM bahkan demokrasi. Tapi prasyarat2nya diabaikan. Semua jargon2 tadi punya nilai2 dasar yang bagus sepanjang syarat utama terpenuhi : telah terwujudnya indentitas bangsa, kecerdasan dan hukum. Syarat2 tadi tidak dipersiapkan terlebih dahulu. Kita lompati, akibatnya: kehancuran. 

RI hanya jadi pasar, pemasok bahan baku, ATM, konsumerisme. RI tidak punya kedaulatan apa pun lagi. Tidak punya asset apapun lagi. Semua dikendalikan oleh KG. Pihak2 yang sadar dan melawan akan dihabisi. KG menghabisi pihak2 yang sadar dan melawan itu dengan musuh2 sebangsa yang secara sadar atau tidak, telah jadi antek KG. Contoh, dibidang energy, RI tidak akan pernah bisa memulai apalagi menyelesaikan pembangunan PLTNuklir. LSM2 akan ribut & opini dibentuk. Seolah2 PLTN itu sangat berbahaya. Padahal semua negara maju menggunakan PLTN sebagai sumber utama energy bangsanya. Contoh, dibidang keuangan : RI tidak akan pernah bisa punya perbankan, multifinance, asuransi atau Koperasi kelas dunia. Permodalan dan persyaratan untuk bisa punya atau menuju perbankan, multifince, asuransi dan koperasi ini dipersulit. Megap2, dicaplok. Itu sebabnya mayoritas perbankan, multifinance, asuransi yang besar di RI adalah milik asing. 

Lokal hanya 1-2 saja. Contoh, di bidan Budaya : film2 holywood menyerbu, dibioskop, dirumah. Budaya2 barat populer jor2an disodorkan ke wajah rakyat setiap hari. Dibidang ideologi : pancasila dimatikan. Ditumbuh suburkan sikap antitoleransi : FPI, ahmadiyah, suku, agama, antar golongan, diadudomba. Dibidang pertahanan : Hanya di darat kita masih bisa melihat adanya "kedaulatan" RI. Di Laut dan diudara, RI tidak punya kedaulatan. Laut kita setiap saat mengalami trespassing dan illegal fishing. Wilayah udara kita setiap saat "dilewati dan ditongrongi" pesawat ilegal. Yang luar biasa bodohnya kita adalah bahwa sampai sekarang RI selalu "gagal" menginventarisir dan menghitung jumlah total kekayaan alam/SDA. RI tidak tahu berapa persisnya jumlah nilai SDA kita, terdiri dari apa saja, berapa lama habis terpakai dst. Ini membuat kita "buta". RI tidak tahu mau bagaimana dan menghadapi apa dalam 25,50,100 tahun ke depan. Ga ada arah. Ga ada informasi yg akurat. Ibarat org buta dan tolol, akhirnya kita manut aja mau dibawa kemana. Persis kaya KEBO yg dicucuk hidungnya. Maka, akibat kebodohan pemimpin kita menghadapi KG ini, saya pesimis RI ini masih ada 10-20 thn mendatang. Mungkin lebih cepat kehancurannya. 

Cukup sekian saja dulu kultwit pemanasan tentang KG ini. Menjabarkan point2nya saja via kultwit saya prediksi akan makan waktu 1 minggu penuh.

Sekilas tentang Singapore

by TM2K

Singapore adalah negara pulau kota yang sangat kecil. Hanya 713 km2 luasnya dan berpenduduk 5.1 juta orang, “only the little dot in asean”. Tapi ekspor Singapore thn 2011 sudah hampir US$ 400 milyar/ thn atau hampir 2 kali lipat ekspor RI yg US$ 203 Milyar thn 2011 yl. Singapore adalah negara yang TIDAK punya kekayaan alam. NOL! Tapi bisa ekspor 2 kali lipat RI. Hebat kan?. Di kota Singapore yang supermini itu ada 6000 perusahan AS dan Eropa, 3000 perusahan china, 1500 perusahaan India dst. Membuat perusahaan di Spore gampang banget. 2 jam selesai. 

Tidak seperti di Indonesia yang berbulan-bulan tak jelas, apalagi status PMA. Kekuatan Singapore terletak pada sumber daya manusianya yang unggul dan kepastian hukumnya yang hebat. Bisnis sangat kondusif disini. Singapore adalah pusat keuangan asia. Pusat industri manufaktur termasuk minyak, kimia, logam dst..semua bahan baku diimpor. Bahkan air tawarpun Singapore impor dari Malaysia, sayur mayur sebagian besar dari Indonesia, kebutuhan pokok lainnya dari Malaysia. Jumlah turis ke Singapore sekitar 13.5 juta, 2 kali lipat turis yang ke Indonesia. Padahal tak ada yang bisa dilihat di spore kecuali shopping. Spore yang habis dikelilingi sekitar 6-7 jam itu tidak menarik sama sekali. Tapi turis datang kesana untuk shopping, berjudi & deal bisnis. Sebagai kota keuangan dan perdagangan, Spore tahu prioritas utama mereka adalah SDM yang unggul dan kepastian hukum. Semua taat hukum. Ancaman terbesar Spore : Malaysia dan Indonesia. 

Malaysia tidak begitu ditakuti karena ada hubungan historis. Sebelumnya Spore bagian Malaysia. Indonesia dinilai sebagai ancaman nasional Spore terkait dua hal : militer dan ekonomi. Untuk menghadapinya, Spore harus bisa memperlemah RI. Jaman Soekarno, RI jadi mimpi buruk Spore. Jaman Suharto, Spore aman karena Suharto adalah mentor Lee Kwan Yew. Suharto Toako, Abang. Ketika Suharto jatuh dan Habibie naik, Lee Kwan Yew panik. Ditemui Habibie. Mau bangun komitmen. Habibie menolak. RI pasti dirugikan. Apalagi Habibie punya mimpi Sabang, Batam dan Bintan akan kalahkan Spore. Dimata Habibie, spore ga ada apa2nya. Mudah dikalahkan. Habibie juga geram dan marah pada Spore yang selama ini dinilainya "menghancurkan RI" secara halus dan sistematis. Lee Kwan Yew meradang. Lee Kwan Yew dipastikan punya andil dalam kejatuhan Habibie melalui penolakan laporan pertanggungjawaban MPR. Setidaknya LKY bantu uang dan opini. LKY senang dengan SBY karena agenda SBY adalah agenda barat yang jadi sekutu utama Spore. SBY adalah "adik kandung" LKW. Spore aman. Sebab itu Spore berkepentingan SBY langgeng. Dan siapapun penggantinya harus dipastikan menguntungkan Spore. 

Ical pun menghadap kesana. Sekarang Ical dan Lee Hsien Loong sibuk bangun komitment. Salah satunya adalah SDA dan ekstradisi. Ical minta dukungan Singapore. Sistem ekonomi kita salah kaprah membuat RI mudah disetir Singapore. Teman saya yang bankir Spore pernah bilang, untuk goyang RI mudah banget. Spore cukup mainkan US$ 500 juta - US$ 2 milyar di pasar uang/modal, bursa RI jungkir balik. Spore bisa "goreng2" saham atau rupiah. Untuk kepentingan politik dan "insurance", Singapore memiliki cadangan rupiah triliunan yang setiap saat bisa dijadikan senjata "goyang" RI. RI yang menuhankan sektor monoter (bukan sektor riel) dan sangat tergantung pada indeks / kurs jadi kelemahan besar bagi ketahanan nasional. Cadangan devisa kita memang sudah tembus US$ 100 milyar. Tapi itu hanya cukup biaya 3 1/2 bulan impor. Rentan digoyang oleh power Singapore. ketergantungan RI terhadap barang konsumsi ex Spore termasuk BBM, bikin RI seperti TV raksasa tapi Spore sebagai remote controlnya. 

Spore memang tidak secara langsung "menghancurkan" ketahanan ekonomi RI ( moneter, pangan, energy dll) tapi melalui lembaga2 keuangan Int'l. Agenda2 jahat Spore "dititipkan" melalui tangan2 ADB, WB, IMF, USA,dst..LOI2 yang di ttd RI dengan IMF tak lepas dari kepentingan Singapore. Kebijakan2 pemerintah RI seperti kelonggaran ekspor bahan baku, pajak yang rendah atas CPO, batubara, dst..adalah agenda Spore. Penolakan keras lokalisir judi di RI juga peran Singapore. Uang besar & lobi2 Spore akan masuk ke RI jika RI mau setujui lokalilasi judi. Pariwisata dan judi terkait erat. Keduanya punya kontribusi 7% terhadap GDP Singapore dan akan jadi 15% pada 2020 yad. RI ancaman serius. WNI keturunan Tionghoa, konglomerat2 termasuk yang pribumi bahkan pejabat2 tinggi kita banyak hobi judi. Sudah budaya. Mereka juga klien kasino Spore. Spore dengan cara yang canggih akan pertahankan kerapuhan ekonomi RI. Jika ekonomi lemah, militer pasti lemah. Ga ada uang modernisasi. 

Spore juga diyakini sebagai "donatur" teroris2 di RI, Malaysia, Pilipina. Melalui strategi intelejen deception, uang itu mengalir ke teroris. Kontak saya, WN spore pernah menyebutkan bahwa mereka tahu ada pelatihan teroris di johor bahru, aceh, solo, poso, mindanao dst.. Teroris2 Islam garis keras itu "diperhatikan, diamati dan dibina" oleh intelejen Spore. Suatu saat bisa dimanfaatkan untuk kepentingan mereka. Tujuan mereka ( Spore) hanya 1 : timbulkan instabilitas RI jika diperlukan. Ini bagian dari pelemahan ekonomi RI. Sebab itu tidak heran, dalam jaringan terorisme Indonesia selalu ada keterlibatan "teroris" warga negara Spore. Data2nya kita miliki. Sekarang RI belum jadi ancaman Spore. Tapi jika RI mau kembangkan Batam, Bitung, Bintan, Sabang...Spore akan bereaksi. Mereka hantam RI. Demikian juga jika RI mau stop ekspor bahan baku : CPO, karet, batubara, mineral dst..atau mau naikan pajak ekspornya secara ekstrim. 

Apalagi jika RI mau bubarkan petral, bangun kilang minyak dan produk turunannya, bangun storage dst .. Spore akan bereaksi hantam RI. Singkatnya, Spore akan gunakan segala cara agar negaranya bertahan jadi hub, trader dan broker ekonomi dunia. Arah pembangunan dan kebijakan RI TIDAK BOLEH membahayakan kepentingan nasional Spore. RI harus terus jadi penyangga ekonomi Spore. Spore jadi surga para koruptor RI yang buron atau yang simpan uang disana. Baik legal atau tak legal. Langsung atau via transfer pricing. Selain kekayaan para koruptor, buronan, konglomerat RI yang rata2 US$ 8 milyar masuk ke Spore per tahun, posisi ini juga untungkan Spore. Para koruptor buronan RI, meski sudah buron tapi tetap menjalankan bisnisnya di RI via kaki tangannya. Mereka diback up penuh oleh Spore. Bahkan banyak uang haram hasil korupsi di Indonesia yang di simpan di Spore kemudian balik lagi ke RI an. investor asing alias PMA. Agar tidak menyolok dan menimbulkan kecurigaan, PMA itu bisa saja berbaju USA, Eropa, China dll, padahal itu dari Spore. 

Intinya, Spore itu punya kebijakan khusus terhadap RI demi menjaga kepentingan nasionalnya. Negara yang lebih kecil dibandingkan Jakarta. Apakah kebijakan RI stop pasir atau tanah ke Spore itu tepat? Bisa halangi perluasan daratan Spore? MIMPI !! Spore dengan sangat mudah beli pasir/tanah melalui Malaysia, Thailand bahkan Australia. Pelarangan itu ga ada efek, malah rugikan devisa. Hasil tambang kita seperti nikel, bauksit, batubara dst..bahkan BBM yang bersubsidi pun banyak ditampung oleh Spore. Mereka cukongnya. Maka tak heran kenapa Spore bisa jadi pengekspor timah karena bauksitnya curian mereka tampung dan modali para pencurinya. Dan hebatnya lagi, Spore seperti tahu kebutuhan koruptor RI. Mereka cetak sin $ nominal 1000 & 10.000. Agar mudah suap menyuap di RI. Padahal pecahan $ 1000 atau $ 10.000 itu langka dan jarang banget digunakan sebagai alat pembayaran di Spore. Di RI banyak banget tersedia. Itulah potret negera Spore yang maju & jadi negara termakmur ke 4 di dunia. Pemimpinnya amanah, keras dan cerdas. Tidak seperti pemimpin RI. 

Bapak Singapore tahu persis, negara hanya bisa maju jika tercipta budaya hukum di-tengah2 rakyatnya. Budaya hukum timbul dari patuh hukum. Patuh hukum tercipta karena rakyatnya takut melanggar hukum. Takut langgar hukum karena sanksi hukumnya sangat keras, tegas dan adil. Dulu Spore adalah pulau kecil yang kumuh, jorok, sarang mafia, penjahat dan kriminal. Semua ditertibkan LKY dengan penegakan hukum yang keras. Setiap pelanggar hukum diganjar se-berat2nya. Banyak yang dihukum mati. Disiarkan di media2 secara berulang2, terus menerus. Rakyat takut. Rakyat Spore menyaksikan setiap saat bagaimana penjahat dihukum. Mereka tahu akibatnya jika mereka melanggar hukum. Budaya hukum terbentuk. Itulah negara Singapore yang ibarat sebuah titik lalat di tubuh kita. Malaysia, Korea, Taiwan dll...semua maju karena sukses penegakan hukum. Sementara di Indonesia, hukumnya hancur, korup. Aparat hukumnya apalagi..sangat korup. Presidennya? Masya Allah.. bikin mual. 

Sekian dulu kultwit tentang Spore...semoga bermanfaat..terima kasih

Minggu, 08 Juli 2012

Profil CAGUB DKI 2012

kultwit by TM2000

Eeng ing eeng...saya akan kultwitkan sekilas tentang profil2 cagub DKI yang akan dipilih warga jakarta pada pilgub tgl 11 Juli 2012 yad. Kita mulai dari Fauzi "Foke" Bowo yang berduet dengan Nachrowi. Menilai sosok Foke sangat mudah. Kita sudah saksikan kiprahnya 5 thn terakhir ini. Selama memimpin Jakarta 5 tahun, Foke TIDAK menunjukan kinerja yang mengesankan. APBD DKI yang 30-40 triliun per tahun "terbuang percuma". Dengan APBD DKI total lebih 160 triliun, warga DKI tidak mendapatkan manfaat apapun selama dipimpin Foke. DKI seolah2 tak punya gubernur. Tahun 2007 Foke umbar banyak janji pada warga DKI. Foke klaim dirinya sebagai Sang Ahli. "Serahkan Jakarta Pada Ahlinya" itu slogan kampanye Foke.

Setelah terpilih jadi Gubernur DKI, Foke lupa diri, tak pernah urus kepentingan warga DKI. Foke baru "mulai kerja" 1 thn terakhir ini saja. Selama 4 thn berkuasa, Foke sibuk perkaya diri, buat kerajaan & pesta pora uang rakyat di pemprov DKI. Kegagalan Foke sudah jadi rahasia umum. Sekitar 8 bulan yang lalu' hampir semua tokoh termasuk SBY menilai Foke sebagai Gubernur GAGAL. "Foke itu gubernur pepesan kosong" kata SBY. Namun, tiba2 semua berobah. Banyak tokoh yang semula anti foke berbalik "mendukung" Foke yang sudah dinilai gagal itu. Apa penyebabnya? SUAP?

Uang Foke memang luar biasa. Disebut2 dana kampanye Foke capai 4 triliun. Wajar saja. Sumbernya bisa bermacam2 : korupsi, setoran dll. Jakarta yang kumuh, macet, zalim pada warganya sendiri, tak punya taman kota, trotoar, lahan parkir, sarana olah raga & kreasi, banjir dst. Belum lagi perizinan mal, plaza, dll yang jor2an, pemasangan reklame luar ruang yg semrawut hanya demi uang suap ratusan milyar per tahun. Foke sangat tidak layak untuk dipilih kembali jadi Gub DKI. KPK juga saat ini sedang usut korupsi triliunan Foke yang dilaporkan wagubnya sendiri.

Untuk apa kita pilih Foke yang sudah dinilai sebagai Gubernur Gagal? Untuk apa kita pilih Gub yang kemudian jadi tersangka korupsi? Sungguh sia-sia! Belum lagi karakter Foke yang sudah jadi rahasia umum: arogan, pemarah, otoriter, nepotisme, korup & ga stabil jiwanya (penelitian unhas). Sebab itu : Lupakan Foke, dukung dia jadi MANTAN Gub DKI & desak KPK usut korupsi2nya yang luar biasa itu. Kita fokus ke Cagub yang lain.

Kita bahas Alex Nurdin. Dia sekarang Gub Sumsel yang tiba2 nyelonong nafsu mau jadi Gub Jakarta. Apa motifnya? Hindari jeratan hukum KPK? Mengenai dugaan korupsi Alex Nurdin sudah pernah saya bahas dan sudah dirangkum chipstory. Sedikitnya dia ada 6 kasus yang merugikan negara. Dugaan Korupsi Alex Nurdin itu terjadi saat dia jabat Bupati Muba dan Gub Sumsel. Ditaksir kerugian negara sedikitnya 110 Milyar.

Motivasi Alex jadi Gub Jakarta sangat erat kaitannya untuk menghindari proses hukum KPK. Kita ketahui bahwa KPK akan tunda pengusutannya. Alex didukung Golkar jadi Cagub DKI karena dia akan biayai sendiri pilgubnya. Juga disebut2 keluarga Cendana dukung dia, bantu dana kampanye. Sebagai Bupati Muba, Alex tidaklah berprestasi bagus. Dana APBD Muba yang 1.7 triliun per tahun hanya jadi bancakan korupsi Alex Nurdin. Posisi Alex sebagai Bupati Muba dulu bisa aman karena KPK belum masuk usut kasusnya dan penegak hukum yang lain bungkam karena terima suap besar. Sebagai Gubernur Sumsel, jelas Alex lari dari tanggung jawab. Dia baru 2 thn jadi Gubernur dan masih banyak UTANG janji pada warga Sumsel.
Bagaimana mungkin Alex yang dulu beri janji2 manis, bersumpah atas nama Allah, bisa lari dari tanggung jawabnya pada warga sumsel dan Tuhannya sendiri? Jika rakyat Sumsel dan Tuhan saja sudah dikibuli oleh Alex Nurdin, apakah rakyat Jakarta masih mau percaya? Belum lagi kasus mesumnya hehe he

 Sudah banyak diketahui publik bahwa Alex Nurdin punya kasus selingkuh dengan Sisca, istri Awi, teman Alex sendiri. Itu dosa tak terampuni. Allah berfirman di Al-Quran, jika wanita bersuami berzina dengan laki2 lain apalagi yang sudah beristri, hukumnya adalah: dirajam sampai mati!

Seperti halnya Foke, kita dukung Alex Nurdin kembali ke Sumsel. Biar dia penuhi dulu janji2 dan sumpahnya kepada warga Sumsel. Warga Sumsel mengecam keras tindakan Alex Nurdin yang mau cari selamat dari jeratan hukum KPK dengan mencalonkan diri jadi Gub DKI. Warga Kabupaten Muba saja, kapok dengan Alex Nurdin. Itu sebabnya, ketika anak Alex Nurdin, Dodi Reza ikut pilkada Muba, kalah telak!

Makanya warga DKI harus cerdas, jangan pilih Alex, suruh pulang kampung ke Sumsel sana. Desak KPK usut kasus2 korupsinya yang berjibun. Sebagai Gub Sumsel, Alex Nurdin masih punya tanggung jawab besar 2 thn lagi. Janji2nya pada warga Sumsel harus dia penuhi. Jangan tipu warga DKI.

Nah, Foke dan Alex sudah jelas TIDAK penuhi syarat integritas dan moral untuk dipilih sebagai Gub Jakarta. Sekarang kita bahas Hendarji Supandji.

Hendarji Supandji adalah mantan Danpuspom TNI AD. Pangkat terakhirnya Mayjen. Sekarang dia jadi dirut PKKK Kemayoran yang kuasai 470 ha lahan. Hendarji adalah sosok yang sebenarnya tepat untuk pimpin Jakarta : cerdas, tegas, keras, disiplin. Dia juga dekat dengan keluarga Cikeas. Kedekatan Hendarji dengan keluarga Ciekas khususnya keluarga Sarwo Edhi Wibowo sudah berlangsung lama, terutama dengan ayahnya: Dr. Supandji.

Dr. Supandji selain dokter keluarga Sarwo Edhi juga dokter di Akmil Magelang. Kedekatan ini juga disebut2 karena satu aliran kepercayaan. Dr. Supandji adalah tokoh aliran kepercayaan Pangestu dimana keluarga Sarwo Edhi juga merupakan penganut setianya. Anak2 Dr. Supandji semuanya sukses. Hendarman mantan Jaksa Agung yang sekarang jadi Kepala BPN, adiknya jadi Gub Lemhanas, setara Menteri. Namun sayangnya, Hendarji meski didukung dana Hartati Mudaya Poo dan Osman Sapta Odang akan sulit bekerja efektif jika menang pilgub DKI.

Hhendarji yang cagub Independen itu akan sulit bekerja maksimal karena ketiadaan dukungan partai. Akan babak belur dan tersandera DPRD. Sistem politik kita memberikan wewenang yang luar biasa besar pada DPR/DPRD yang notabene adalah kader2 partai. Meski Hendarji adalah sosok ideal untuk pimpin Jakarta, dia ga akan bisa berkutik jika tidak didukung penuh partai2 dan DPRD. Gub Independen ujung2nya harus buat "deal2" dengan DPRD, diperas, dagang sapi, dipermainkan bak boneka india. Sulit untuk jalankan program2.

Dukungan partai dan DPRD nantinya memang bisa saja "dibeli" oleh Hendardji jika dia terpilih sebagai Gub DKI. Tapi harganya pasti sangat mahal. Jadi, Warga DKI harus cerdas dan realistis. Hendardji memang bagus. Tapi ga akan bisa maksimal kinerjanya. Suara rakyat akan percuma. Apalagi jika suara rakyat ke Hendarji itu akan turut pengaruhi perpecahan suara anti Foke yang bisa mengantarkan Foke jadi Gubernur lagi. Jadi, kita apresiasi usaha Hendarji untuk jadi Gub Jakarta, namun secara bijak, kita dukung dia untuk terus jadi Dirut PK3 Kemayoran saja.

Demikian juga dengan Faisal Basri. Siapa yang ga kenal beliau yang cerdas, santun, rendah hati, jujur dan berintegritas. Bahkan secara pribadi saya kagum sama beliau. Ikut juga bantu kumpulkan KTP untuk pencalonan Faisal Basri. Namun, dia cagub Independen. Jika terpilih nasibnya akan sama dengan Hendarji. Jadi bulan2an DPRD dan partai2. Disandera, diperas, dibuat tak berkutik. Itulah realitasnya.

Maka, sekarang ini hanya ada 2 cagub yang layak kita cermati untuk kita pilih pada 11 Juli yad : Hidayat Nur Wahid dan Jokowi. Mari kita bahas

Jokowi adalah walikota yang sukses, dicintai rakyatnya, cerdas, supel, egaliter, merakyat dan masuk kategori walikota terbaik sedunia. Jokowi terpilih kembali jadi Walikota Solo untuk periode kedua dengan perolehan suara luar biasa, diatas 90%. Bukti bahwa rakyat solo cinta dia. Berduet dengan Basuki alias Ahok, membuat pasangan ini jadi pasangan serasi. AHok juga mantan Bupati yang berhasil, sekarang anggota DPR RI. Kehebatan Jokowi ini adalah dia punya kekuatan luar biasa dan ketegasan dibalik perilakunya yang santun dan lembut. Kayak pendekar Tai Chi.

Penampilannya yang sederhana dan dedikasinya yang total sebagai Pemimpin, adalah figur yang bisa diteladani. Ahok juga demikian. Wakili kaum muda. Jokowi juga dinilai peduli dengan karya anak bangsa. Dia terus kampanyekan Mobil Esemka meski dapat cemoohan banyak pihak. Meski dituding hanya untuk pencitraan dan akhirnya proyek Esemka itu gagal (sementara), langkah Jokowi itu patut diapresiasi publik. Sikap Jokowi yang pro ekonomi rakyat juga luar biasa. Dia tolak izin mal, plaza, super market di Solo demi majunya usaha ekonomi rakyat. Padahal jika Jokowi mau beri izin mal, plaza, dll itu, pengusaha2 pasti mau suap dia 1-3 M hanya untuk izin satu mal/plaza sebagaimana di Jakarta.

"Kelemahan" lain dari Jokowi adalah dia ga punya uang triliunan untuk maju sebagai Cagub DKI. Akibatnya, dia tergantung bantuan uang Prabowo. Selain Prabowo, disebut2 Djan Faridz juga bantu puluhan sampai ratusan milyar untuk kampanye Jokowi. Bagaimana dia bisa menghindar utang budi?

Di luar "kelemahannya" itu, Jokowi dan Ahok adalah Cagub yang sangat layak dipilih untuk jadi Gub DKI. Apalagi PDIP, Gerindra dukung penuh. Saya pribadi yakin, ketegasan Jokowi dan integritasnya yang kuat mampu menahan godaan untuk korupsi triliunan jika jadi Gubernur DKI nanti. Saya juga yakin Jokowi mampu menindak tikus2 raksasa berbaju PNS pemprov DKI dan basmi mafia2 proyek di DKI. Jokowi itu mentalnya kuat.

Lihat saja ketika dia dimaki2 Gub Jateng dan ejek dia sebagai Walikota Bodoh, Jokowi dengan enteng jawab : "saya memang bodoh kok" hehehe

Warga DKI layak menaruh harapan besar pada Jokowi dan Ahok. Kombinasi yang sempurna. Nasionalis, relijius, pembauran.

Lalu bagaimana dengan Hidayat/Didik? Mereka berdua tokoh hebat. Hidayat mantan presiden PKS, ketua MPR. Beliau juga ustad. Akhlaknya terjaga. Jika mau cari pemimpin yang amanah, integritas bagus, santun, alim, istiqomah dst...Hidayat adalah pilihan terbaik.
Jika Hidayat jadi Gubernur Jakarta, rakyat DKI akan aman, tenang dan nyaman. Tak akan diselewengkan 1 rupiah pun uang rakyat /APBD. Hidayat juga orangnya bersahaja. Satu kata dengan perbuatan. Jujur. Saya masih teringat dulu ketika kami berkunjung ke rumahnya. Dulu ketika pilpres 2004, dalam rangka minta dukungan PKS untuk SBY - JK, utusan SBY-JK datang berkunjung ke rumahnya yang jauh dipelosok. Sungguh kaget bukan kepalang, ketika kami sampai pukul 4 pagi di rumahnya yang sangat sederhana itu, kami lihat Hidayat tidur di lantai. Kami bisa tahu karena kami yang duduk di ruang tamu, "curi lihat" kamar tidur Hidayat. Beliau persis amalkan hidup seperti Rasulullah. Padahal Hidayat saat itu adalah Presiden PKS. Partai menengah yang sangat solid dan signifikan pengaruhnya di indonesia. Subhanallah...

Wakilnya, Didik J Rachbini adalah sosok yang cerdas. Professor. Mantan Ketua Komisi VI DPR, pinter dan bersih. Juga pasangan sempurna. Kelemahan Hidayat/Didik adalah mereka belum pernah menjadi kepala daerah atau memimpin pemerintahan. Meski Hidayat pernah jadi ketua MPR. Kita tahu MPR itu bukan lembaga pemerintahan, bukan instansi birokrasi. Fungsi dan tugasnya pun minim. Hidayat pimpin MPR dengan sangat baik. Namun setidaknya publik dapat menilai bahwa Hidayat dan Didik ketika jadi pemimpin sudah terbukti bagus dan amanah. Mereka ustad dan guru/

Nah, sekarang kita sudah punya 2 pasang cagub dan cawagub yang sangat layak dipilih dan dipercaya jadi Gub DKI Jakarta : Hidayat & Jokowi. Terserah hati nurani dan akal sehat, siapa yang akan kita pilih nantinya. Bagi saya, Hidayat dan Jokowi sama2 bagus dan sama2 hebat. Cukup sekian dulu..semoga bermanfaat. Jangan golput, jangan salah pilih. Memilih pemimpin yang tepat itu WAJIB HUKUM nya. Selamat menyoblos!

Dialog Imajinatif dengan Foke

by @triomacan2000

Sebentar lagi pilkada untuk pilih Gub DKI yang baru akan digelar. Warga DKI harus cerdas, cermat dan berpartisipasi aktif pada pilgub itu. Siapa yang terpilih jadi Gub DKI 2012-2017 akan sangat menentukan nasib dan kesejahteraan warga DKI 5 tahun ke depan. DKI Jakarta adalah kota berpenduduk 9 juta jiwa dengan APBD terbesar di Indonesia. Lebih 40T/tahun. Untuk apa saja uang digunakan? Warga DKI mayoritas tidak peduli dengan uang 40T/tahun yang dikelola Gubernurnya. Warga hanya peduli dengan apa yang mereka lihat dan rasakan.

Dengan uang 40T/tahun yang dihabiskan pemprov DKI, warga Jakarta tidak melihat dan merasakan manfaat penggunaan uang tersebut. Warga DKI dan sekitarnya (Bodetabek) malah makin merana akibat kemacetan lalu lintas di mana2, jalanan rusak, trotar hilang diembat Foke. Coba kita perhatikan jalan2 di Jakarta, termasuk jalan2 protokol, TIDAK ADA SATU PUN trotar yang layak yang tersedia untuk warga Jakarta. Jalan Jend Sudirman yang terkenal itu atau Jalan Thamrin, Kebon Sirih, Gatot Subroto dll, jauh dari nyaman. Ber-lobang2, rusak & tak terurus.

Bagaimana dengan kualitas jalanan jalur busway? Ini lebih parah. Tiap hari ditambal sulam kayak kulit sakit koreng.

Kok bisa? Tanya Foke ! Bagaimana dengan Halte? Weleh3x..sebagian besar rusak, ga ada lampu penerangan, jorok, tidak nyaman, porak paranda ! Bagaimana dengan transportasi massal Jakarta? duh ! Jangan tanya deh !! Maluuuuu !! Ga manusiawi, ga beradab, ga layak untuk ditumpangi manusia ! Taman Kota? Innalillahi....

Jakarta adalah kota besar dunia yang taman dan hutan kotanya ga sampai 10% dari luas kota ! Kenapa? Tanya Foke ! Kalau Mal? Plaza? Square dll gimana? Nah ! Itu baru asyiiik...banyak banget di jakarta. Kayak kutu anjing banyaknya. Ngebuuut nambah terus ! Sarana Ibadah gimana? Ampuun deh ! Mal, plaza, gedung2 publik dst ga mau sediakan mushala dan mesjid yang layak. Sono noh sholat di parkiran ! Kalau kebelet pipis gimana? Sorry bos ! Ga ada toilet2 publik yang tersedia. Sono noh masuk mal dan plaza ! mau keren? masuk hotel aja hehe.  Kalau mau sedekah atau zakat gimana? Nah ini baru mudah dan gampang ! Banyak pengemis dan gelandangan dimana2...thank's to foke !! Kalau mau rekreasi gimana? Tunggu dulu !! Stop !! Ente ada uang ga?? Bayar donk !! Emangnya masuk pantai itu gratis??? go to hell Foke !!

Jadi kemana donk warga DKI jika mau liburan? Ke Puncak, Bandung & luar kota donk ! Kan 300.000 ha lahan publik sudah dijual foke ke developer. Trus dimana donk anak2 bermain2??. Maaf..maaf..lapangan bola dan sarana olah raga terbuka sudah Foke jual dan berobah jadi gedung2 hehehe.

Trus, anak2 main bola di jalanan donk?
"Ya monggo...emang gue fikirin" kata foke sambil nyengir2 kuda hehehe.
Trus gimana donk nasib kami warga Jakarta ini ??
"Ya salah sendiri, kok kalian mau pilih saya??? Hehehe" Jawab Foke enteng.
"Lho..bukannya kamu bilang serahkan pada ahlinya?" ...
"hehehe, betul...betul...betul....saya kan ahli ngibulin" hehehe.

Tapi warga DKI sih jauh lebih enak. Bisa beli gorengan, beli makan, beli rokok disembarang tempat. Banyak yang jualan di trotoar2 kok hehehe. Dan jangan salah, macet Jakarta itu kan kata Foke disebabkan jumlah motor yang terlalu banyak. Salah sendiri kok warga jor2an beli motor hehe. Oh ya..kalian warga DKI kan sudah dikasih Foke sarana hiburan PRJ. Harusnya terima kasih donk. Disana bisa beli kerak telor & nonton ondel2. Saking baiknya Foke yang sediakan PRJ utk warga Jakarta, Foke rela deviden hasil PRJ ratusan milyar ga disetor ke kas pemprov. Hebatkan? Hehe. Sebenarnya Foke sudah atasi kemacetan Jakarta dengan sistem 3 in 1 sekalian sediakan joki nya lagi...kurang apa foke?? Kurang apa??

 "Jadi kamu hebat donk Foke?" ...
"ya hebat donk ! Kalau ga hebat ga mungkin Presiden SBY juluki saya Gubernur Pepesan Kosong" hehehe.
"apalagi kehebatanmu Foke?" ...
"oh ada ! Meski diejek SBY, saya Gub Pepesan Kosong, tapi SBY dan Demokrat tetap dukung saya!" ..hebatkan??.
"kok bisa ya kamu foke didukung SBY dan PD?" ...
"hehehe mau tau rahasianya? Mau tahu? Cepek dulu donk!" hehehe.
"jangan2 karena kamu dekat dan ada apa2 dengan Hartati Murdaya ya?" ...
"husss,,,jangan gitu..itu salah satu rahasia saya" Jawab foke lagi hehehe.
"Trus gimana donk Jakarta makin hancur gini?"..,
"eiiits..jangan salahin gue donk ! Presiden, menteri2 dan pejabat2 RI kan tinggal di DKI juga!".
"Trus..kamu brengsek gini kok bisa yakin menang pilgub sih?" ...
"ada kiatnya donk ! Semua khan sudah saya bayar...murah lagi.." hehehe.
“kamu yakin menang ya Foke?”,
“iya donk! KPUD, Bawaslu, PPK, Kadis, Camat, Lurah dll semua sudah gue arahin supaya menangin gue he he he”.
“Jadi uang 40T/tahun itu lu kemanain aja Foke? ...
”ups! ... ssssttt jangan keras2. Ntar semua pada minta gue ...gue udah sebar kemana-mana tuh”.
“tapi hebat ya elu Foke, bisa beli ulama, partai, media dll. Hebat lu! ...
”bukan gue yang hebat, tapi mereka yang murahan he he he”
"trus suara rakyat jakarta gimana donk?"..,
" aaah itu mah gampang...ntar juga banyak yang golput. Pada liburan pas pilgub hehe he ".