Minggu, 17 Juni 2012

Analisa calon Presiden 2014

by @triomacan2000

Karena banyak yang tanya ttg calon presiden, mending kita bahas tentang capres2 yg akan maju 2014 dan peluangnya..setuju??? Eng ing eeeeng....sekarang kita coba kultwit tentang calon2 presiden RI yg akan maju 2014 dan tentang peluang mereka terpilih. Pilpres yad jika dilaksanakan bulan juli 2014, maka itu masih 2 tahun 1 bulan lagi. Artinya masih lama & masih terbuka semua kemungkinan. Pilpres 2014 sebagaimana pilpres 2009 akan didahului oleh pemilu utk memilih partai2 politik yg diperkirakan bulan April 2014. Hasil pemilu yg pilih partai/calon anggota legislatif (DPR dan DPRD) akan sangat menentukan siapa saja calon presiden yg akan diusung. Hal ini disebabkan, capres hanya bisa diusung dan dimajukan oleh partai politik atau gabungan parpol yg peroleh min. 20% suara. Sesuai dgn konsitusi dan UU yg berlaku, capres dari jalur independen tak diperkenankan. Semua harus melalui partai politik.

Saat ini di DPR sedang dibahas revisi terhadap UU pemilu. Pasal yg paling alot dan sengit pembahasannya adalah mengenai ambang batas parlemen. Ambang batas parlemen atau Parliament Threshold (PT) ini akan menentukan masa depan dan hidup mati partai2 gurem yg ada skrg. Partai gurem atau partai teri yg ada skrg katakan saja seperti : PPP, PKB, PAN, Gerindra dan Hanura ngotot agar PT bisa tetap 2.5%. Sedangkan partai besar seperti Golkar dan PDIP juga ngotot PT bisa 5%. PD atas arahan SBY yg lebay mau kompromi di angka 4%. PKS meski dapat 7% pada pemilu 2009, juga masih takut dgn PT 5%. PKS ga percaya diri bisa dapat di atas 5% pada pemilu 2014. Citranya hancur. Jadi, PKS lebih condong akan bergabung dgn partai2 gurem jika ketentuan PT ditetapkan via voting di DPR. Melawan PDIP, Golkar & PD

Jika SBY konsisten dgn amanat reformasi dlm hal penyederhanaan partai politik, maka PD seharusnya ngotot dgn PT 5%. Jangan banci dgn 4%. Jika PD, PDIP & Golkar bersuara bulat, maka PT 5% itu akan mudah ditetapkan dlm UU. Partai2 gurem akan berjuang total utk bisa lolos. Dgn asumsi PT akhirnya 5% dan hasil pemilu tdk berbeda jauh dgn pemilu 2009, maka partai yg lolos 2014 : PD, Golkar, PDIP dan PKS. Dgn formasi seperti itu, capres yg dimunculkan tergantung hasil peroleh suara dari masingg2 partai tadi. Anggap saja semua dapat > 20%.

Dgn peroleh suara > 20%,  maka akan terdapat 4 partai yg berhak usung capres. PDIP mungkin ajukan Mega/Puan, Golkar : Aburizal Bakrie. PKS mungkin majukan HNW, Tifatul atau Anis Matta. Sedangkan PD mungkin ajukan : Ani SBY, Pramono Edhie, Gita Wiryawan atau SMI. Ada juga kemungkinan partai2 ini berkoalisi dgn partai lain dan majukan paket bersama capres cawapres. Apalagi jika partai itu peroleh suaranya pas2an..anggap saja PKS yg mungkin dapat 7-10% sehingga ga bisa majukan capres sendiri. Kemungkinan besar PKS akan berkoalisi dgn Golkar. PKS sulit bergabung dgn PDIP karena perbedaan platform/ideologi. Dgn PD mungkin saja tapi ke Golkar lebih cocok PKS dan PD hubungannya kurang mesra apalagi paska resufle kabinet yg bikin hubungan PKS dan PD makin gonjang ganjing. Jika PKS bergabung dgn Golkar, maka dapat dipastikan cawapres dari PKS akan berlatar belakang jawa. Hidayat Nur Wahid sangat mungkin.

Meski Aburizal Bakrie sdh punya beberapa nama sbg cawapres, tp akhirnya ical akan realistis pilih cawapres yg didukung penuh oleh partai. Ical pasti akan pilih cawapres dari suku jawa tapi juga sangat pertimbangkan dukungan partai lain thdp cawapresnya. Mahfud MD tak punya partai. Calon lain yg bisa dipertimbangkan ical adalah Dahlan Iskan. Tapi kelihatannya DIS berat berpasangan dgn Ical. Chemistry nya ga cocok. So..asumsikan saja 1 paket yg sdh tersedia adalah ARB dan HNW yg didukung Golkar dan PKS. Sekarang tinggal PDIP dan PD yg kita bahas.

PDIP jika peroleh suara > 20% terutama disebabkan limpahan dr distribusi suara partai2 gurem yg tak lolos. Mungkin sekali ajukan Mega. Karakter PDIP dan politisi2 PDIP yg bermental loyal, patuh dan sami'na wa ato'na pd megawati, akan bikin suara PDIP bulat ke Mega. Padahal Megawati meski selalu unggul dlm jajak pendapat capres 2014, sangat sulit terpilih sbg presiden. Mayoritas suara mengambang pada survey2 capres 2014, dipastikan tdk akan memilih megawati sbg presiden. Kualitas mega dinilai rendah. Dgn usung Mega sbg capres, maka PDIP akan pilih cawapres yg penuhi syarat tertentu : non jawa, populer, banyak uang, punya jaringan. Siapa yg penuhi syarat itu ? Surya Paloh, JK, Hary tanoe, OSO, Akbar, Marzuki Alie, Din Sjamsuddin dst. Oh ya tadi kelupaan..megawati juga mungkin pertimbangkan hatta rajasa. Kaya & punya hub khusus.

Nah..sekarang tinggal bahas calon dari Partai Demokrat. Ini yg paling penting. Kenapa? Karena jika PD masih belum jelas capres/cawapresnya. Partai2 lain terutama Golkar akan terus dag dig dug alias cemas karena tdk bisa susun strategi yg tepat utk bisa kalahkan calon PD. SBY pada pidato ulang tahun Partai Demokrat september 2011 sdh sampaikan beberapa point dan syarat ttg capres Partai Demokrat. SBY sdh tegaskan dan tegaskan lagi bahwa Ani Yudhoyono TIDAK akan maju sbg calon presiden 2014 yad. SBY jg sebutkan KELUARGANYA juga tidak akan maju sbg Capres 2014. Jika Pramono Edhie masuk dalam kategori "keluarga", maka PE juga tidak akan maju sbg capres. Lalu SBY dalam pidatonya tsb juga menyebutkan kriteria2 capres yg diusung dan dimajukan PD sbg capres yaitu : Muda, cerdas, loyal, jujur, integritas tinggi, tidak tercela dan punya visi memajukan bangsa. Yg tidak disebut sby dlm pidatonya, tapi sering di sebut2 dalam berbagai kesempatan adalah : santun, suku jawa, berpenampilan menarik & punya wawasan global. Siapa yg penuhi kriteria ini?. Hanya ada 2 kandidat yg dapat penuhi kriteria caprea yg ditetapkap SBY ini. Sri Mulyani Indarwati alias SMI & Gita Wirjawan alias GW.

SMI dan GW sama2 muda, cerdas dan loyal. SMI juga punya wawasan global dan visi yg jelas. SMI jg punya network internasional yg mumpuni. SMI punya pengalaman pemerintahan yg lebih dari cukup. Penampilan menarik dan populer. SMI jg sudah punya dukungan internasional/AS. SMI juga sadar bhw dia akan "dipinang" oleh SBY sebagai capres. Itulah sebabnya SMI tidak setuju & marah besar dengan rencana berdirinya SRI. Hambatan SMI hanyalah kasus century yg sebenarnya adalah "kecelakaan" dan dia "terjebak" dalam pusaran mega korupsi itu. Sebagaimana yg diakui SMI pada sejumlah tokoh, pada kasus century dia "diperdaya" dan "ditipu" oleh stafnya dgn informasi2 yg kurang akurat. Tapi, nasi sdh jadi bubur, kasus century merupakan handicap bagi SMI utk maju sbg capres 2014. Hanya "keajaiban" saja yg memungkinkan. SMI bisa lolos sbg capres 2014 tanpa direcoki status hukumnya nanti terkait kasus korupsi century. Apalagi KPK tdk bisa dikontrol PD.

Thus..kandidat terkuat yg bakal dapat restu SBY sbg capres 2014 adalah Gita Wiryawan. Sang menteri perdagangan yg masih berusia 46 thn. Tahun 2014 nanti usia GW belum 50 tahun. Sekarang juga masih menjabat rangkap sebagai Ka BKPM. Posisinya sbg mendag & ka BKPM, sangat menguntungkan. Selain muda, GW juga figur yg cerdas (master public adm, harvard), santun, rendah hati dan berpenampilan menarik alias ganteng. SBY yakin jika GW diajukan sbg capres, mayoritas ibu2 dan pemilih wanita indonesia akan pilih GW sebagai presiden, modal yg sangat berharga. Apalagi, GW juga punya hubungan sangat dekat Keluarga cikeas. Punya kesamaan hobi dgn SBY. Menyanyi & mencipta lagu. GW jadi calon favorit. Bahkan sebagian besar lagu ciptaan SBY mencantumkan GW sbg komposernya. SBY sudah incar GW sbg capres sejak tahun lalu. Klop deh.

Figur GW yg ditimbang2 SBY semakin mencuat sejak tokoh muda demokrat lainnya meredup. Anas & Andi terjerat kasus korupsi. Mereka the end. Pilihan SBY yg kuat ke GW ini memang disembunyikan sangat rapat. Hanya segelintir orang terdekat yg tahu. Dikhawatirkan jadi sasaran tembak. Oleh lawan2 politik SBY dan dari capres2 yg ngebet menangi pilpres 2014. Tapi gerak dan bahasa tubuh SBY ga bisa bohongi mata. Setiap ada kesempatan bertemu dgn GW, SBY kelihatan sekali beri perhatian besar & merasa nyaman dgn GW. Diam2 strategi ke pilpres utk menangkan GW sudah disusun dan disiapkan secara matang. Langkah SBY ini sulit tercium publik karena teralihkan dgn prahara Demokrat.

Selanjutnya tentang siapa calon wakil presiden yg mungkin dipasangkan dgn Gita Wirjawan (GW). Kemungkinan besar adalah Hatta Rajasa. Disamping fakta bhw hatta rajasa adalah menteri yg paling senior saat ini, telah berpengalaman di 4 jabatan menteri yg berbeda, yaitu : menristek, menhub, mensesneg & menko perekonomian, hatta rajasa juga besan SBY. Pilihan SBY pada hatta tak akan terbendung. Hubungan kerja dan hubungan pribadi antara Hatta Rajasa dan SBY selama ini diketahui sangat harmonis. Hatta selalu bisa menempatkan. dirinya dalam posisi yg ideal jika berhadapan dgn SBY. Hatta adalah tipikal teknokrat yg santun, kompromis & safety player. Hatta sendiri punya ambisi utk menjadi capres & hal itu sudah disampaikannya secara tegas ke publik. Tapi, PAN sbg kendaraan politiknya. PAN diprediksi tidak memenuhi syarat utk bisa mengusung hatta sbg capres. Kinerja dan citra PAN terus memudar. Peroleh suaranya menurun.

Pada 2014 nanti, bukan tdk mungkin PAN bakal gagal lolos PT bersama partai2 gurem yg lain. Selain itu, hatta sendiri tdk memiliki dukungan infrastruktur politik yg lain. Hampir tak ada ormas dan OKP besar yg menyatakan dukungan penuh ke hatta.  Hatta jg bukan figur yg menarik simpatik publik, non jawa & tidak populer sbg politisi atau negarawan. Hatta cukup puas sbg cawapres.  Selain berpotensi besar utk jadi cawapresnya GW, Hatta juga berpeluang besar jd cawapresnya Megawati. Hatta tentu akan pilih ke GW. Kecuali ada perobahan besar dlm dinamika politik yg merobah peta persaingan pilpres yg terjadi secara tiba2.

Nah, kita telah memiliki 3 pasang capres yg kemungkinan besar maju dlm pilpres 2014 : 1. ARB - HNW, 2. Mega - Din S/SP/AT dst 3. GW - HR. Tentu saja, kemungkinan2 lain masih terbuka lebar. Ada JK, Marzuki Alie, Sri Sultan, Hary Tanoe dst...tapi peluangnya sangat kecil. Ada juga kemungkinan lainnya, yaitu jika secara mengejutkan Sri Mulyani (SMI) mampu dobrak tembok penghalangnya. Atau Ani SBY yg secara tiba2 diizinkan SBY utk calonkan diri sbg presiden. kemungkinan ini bisa saja mengingat SBY terkenal tdk konsiten dgn janji2nya. Meski sdh berkali2 ucapkan didepan rakyat bhw SBY tidak akan majukan istrinya sbg capres, SBY bisa saja dgn mudah jilat ludahnya sendiri. Apalagi org2 sekitar ani sby yg saat ini menikmati kekuasaannya, secara terus menerus ciptakan opini & tekanan agar SBY cabut ucapannya. Jika Ani SBY maju sbg capres, tentu mustahil dia maju bersama Hatta yg juga besan sbg wacapresnya. Figur yg pas bisa saja Akbar. Akbar tanjung, marzuki alie, sri sultan & seterusnya. Namun tentu saja, peluang menang utk capres PD ini tak sebesar jika GW yg maju.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar